Lumba-lumba memang hewan yang lucu dan pintar. Sayangnya, kepintaran mereka justru dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menjadikan mereka sebagai senjata perang hidup yang terlatih dan berbahaya.
Tahun lalu, angkatan laut Ukraina dikabarkan menghidupkan kembali program tentara mamalia laut yang berasal dari program peninggalan jaman Uni Soviet. Seperti yang terlihat jelas dari namanya, program ini bertujuan untuk menciptakan pasukan perang baru yang anggotanya terdiri dari mamalia-mamalia laut.
Tak hanya di Ukraina, program serupa pernah juga dilakukan oleh Amerika Serikat, yaitu dengan melatih lumba-lumba untuk menjinakkan ranjau laut. Namun kabarnya, setelah berjalan selama 50 tahun, AS sudah menghentikan program ini dengan mengalih tugaskan pekerjaan berbahaya itu kepada robot-robot yang biaya operasional dan perawatannya lebih murah.
![]() |
| Lumba-lumba pemburu ranjau |
Setahun kemudian, setelah isu hangat ini mulai mendingin, media Ukraina kembali melaporkan kejadian terbaru dari program tersebut. Tiga ekor lumba-lumba dikabarkan melarikan diri. Semua orang, terutama kalangan penyayang binatang, mungkin akan menyambut kabar ini dengan lebih gembira seandainya lumba-lumba yang lucu tersebut tidak melarikan diri dengan membawa serta PISTOL atau PISAU khusus yang masih terikat di kepala mereka. Psst...asal tahu saja, selain untuk membersihkan ranjau laut, lumba-lumba perang Ukraina juga dilatih untuk menghabisi pasukan penyelam musuh menggunakan kedua senjata tersebut.
Jadi, sambil menunggu kabar lumba-lumba maut ini berhasil ditangkap kembali, kita hanya bisa berdoa jika ketiganya sudah dilatih cukup baik untuk membedakan mana yang pasukan musuh dan mana yang rakyat sipil. | idbite.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar