Kamis, 07 Maret 2013

4 Gertakan Ahok Tantang Oknum RS Kurang Ajar Pada Warga Miskin

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
4 Gertakan Ahok Tantang Oknum RS Kurang Ajar Pada Warga Miskin - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta menginginkan Rumah Sakit di Ibukota lebih mengutamakan fungsi sosial dibandingkan mengeruk untung dari pasien miskin.

Ahok pun senantiasa mengajak Rumah Sakit untuk lebih terbuka dan siap melayani pasien pemegang Kartu Jakarta Sehat (KJS). Pria yang menjuluki dirinya sebagai �Polisi Jahat Pak Gubernur" ini pun siap melibas oknum Rumah Sakit yang mengkadali pasien kelas bawah.

Bahkan, jika Ahok menemukan ada Rumah Sakit yang bertindak nakal, tak tanggung-tanggung, Rumah Sakit tersebut terancam akan ditutup. Di bawah ini adalah 4 gertakan Ahok tantang oknum Rumah Sakit kurang ajar.

1. Oknum Rumah Sakit Cari Untung, Emang Glodok!
Rupanya, Ahok kesal dengan Rumah Sakit yang hanya mencari keuntungan saja. Seharusnya, Rumah Sakit di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta lebih mengutamakan fungsi sosial.

�Saya juga agak kesal dengan oknum RS yang cari untung. Kamu kira Glodok, dagang obat. Ini rumah sakit, bukan cari untung, perusahaan. Makanya yang kurang ajar kami akan tutup rumah sakitnya.� tegas Ahok

Menurut Ahok, seluruh Rumah Sakit diharapkan bisa mengikuti program Pemprov DKI Jakarta. �Kami akan periksa KLB (koefisien luas bangunan) Anda, Amdal (alisis mengenai dampak lingkungan) Anda. Kita tidak perlu takut, kita beli rumah sakit, kita bayar dengan baik.� ujarnya

2. Oknum Dokter Cari Untung di Kelas 3, Saya Sikat!
Di depan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ahok mengingatkan agar para dokter jangan sampai mengambil keuntungan dari pasien yang dirawat di ruangan kelas 3.

�Mohon maaf saya ngomong apa adanya. Tetapi kalau Bapak mencuri dari kelas tiga, saya sikat Bapak-bapak. Saya tidak peduli Bapak dokter atau apa, karena kurang ajar.� papar Ahok

Ahok menuturkan, ancamannya hanya berlaku untuk pasien yang ada di ruangan kelas 3 saja. Sedangkan, untuk pasien dengan golongan menengah ke atas, dia tidak mempersoalkan masalah tersebut. �Saya tidak mempersoalkan Bapak mencari untung di kelas 2, di kelas 1 atau VIP. Tapi jangan meras di kelas 3.� ucap Ahok

3. Oknum Rumah Sakit Tolak Pasien Miskin, Kami Kejar!
Ahok meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta tidak menolak pasien miskin. Pasalnya, biaya pasien di ruangan kelas 3 telah ditanggung oleh APBD DKI Jakarta.

�Saya sempat nantang dokter-dokter di RSUD. Saya bilang sederhana saja, Rumah Sakit tidak perlu bayar, kan bisa hidup karena APBD saya. Kelas 3 saja Anda urus, paksa Rumah Sakit swasta lakukan ini. Di kelas 1 dan kelas 2 silakan cari untung.� pungkas Ahok

Ahok menegaskan, jika Rumah Sakit masih mencari untung kepada pasien yang menginap di ruangan kelas 3, maka ia akan meminta petugas Pajak dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengaudit keuangan dokter dan rumah sakit tersebut.

�Kalau kelas 3 Anda masih peras uang rakyat, saya sudah kerjasama sama orang Pajak. Dokter paling takut sama orang Pajak. Kalau kami ditagih terlalu mahal dan rumah sakit tidak bisa buktikan, kami akan kejar Anda, kerjasama PPATK. Jadi tahu persis transaksi Anda. Saya akan tagih pajak Anda. Saya hanya minta Anda bayar. Saya tahu mobil, listrik, rumah yang Anda bayar. Kalau nggak mau kerjasama dengan kami menolong orang miskin, kami akan kejar Anda.� tutur Ahok

4. Rumah Sakit Tolak Pasien Emergency, Izin Tak Diperpanjang!
Ahok mengingatkan kepada seluruh Rumah Sakit di Jakarta agar bersedia menerima pasien darurat dari warga kurang mampu. Jika hal tersebut tak dilakukan oleh Rumah Sakit, Pemprov DKI Jakarta pun tak segan-segan memberikan sanksi kepada Rumah Sakit yang bersangkutan. �Pemda salah satunya mungkin tidak memperpanjang izin Rumah Sakit tersebut.� ujar Ahok

Ahok menuturkan, urusan standar emergency bukan menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, melainkan wewenang Kemenkes. �Kalau emergency, mereka punya jaminan sekarang. Anda jangan melanggar sumpah Anda. Kalau emergency kan Pemda yang menanggung, tidak ada alasan lagi menolak warga miskin.� jelas Ahok. | detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar