Minggu, 09 September 2012

Inilah Lentera Unik Bertenaga Air Laut Dari Jepang

Perusahaan Jepang mengembangkan sebuah lampu lentera yang dapat menyala tanpa baterai ataupun minyak tanah. Lentera ini dapat menyala hanya dengan dituangi air dan garam.

Masih ingat pelajaran elektrolisis ketika SMA? Saya juga tidak, oleh karena itu ijinkan saya mengintip contekan dari Wikipedia. Sebentar.... Ok, Ini dia:

Elektrolisis adalah proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Agar elektrolisis dapat terjadi, kita membutuhkan elektrode dan cairan elektrolit.

Nah dalam kasus lampu ini, perusahaan Jepang bernama Greenhouse menggunakan lempengan karbon dan batang magnesium sebagai elektrode dan air garam sebagai elektrolitnya. Agar bisa menyala, lampu harus diisi dengan larutan air + garam (atau langsung air laut pun juga bisa). Setiap terisi penuh, 10 lampu LED didalamnya mampu menyala selama 8 jam. Melewati waktu itu maka air garam pun harus diganti.

Kelihatannya seperti sebuah lampu dengan sumber energi tak terbatas bukan? Tapi tunggu dulu, kelemahan dari sebuah proses elektrolisis adalah batang magnesium yang dipakai sebagai elektrode suatu saat bakalan expired alias tak berfungsi. Artinya, walaupun kita bisa menemukan air laut secara gratis, kita tetap harus mengganti batang magnesium lampu ini setelah digunakan selama 120 jam. Dan berita kurang sedapnya, harga batang magnesium ini memang lumayan mahal, sekitar 100,000 rupiah per batang.

Jadi, walaupun saya sedikit kecewa karena tadinya berharap tagihan listrik bulan-bulan kedepan bakalan berkurang, lampu ini saya pikir tetap dapat dijadikan sebagai sumber penerangan alternatif yang segar sekaligus ramah lingkungan. Terutama mungkin bagi para nelayan yang selama ini menggunakan lampu lentera bertenaga baterai ataupun minyak tanah (petromax).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar